No. 1 Tempat Belanja Online Software Original

Canva dan CapCut untuk Marketing: Cara Membuat Satu Konten dalam Berbagai Format

Canva dan CapCut

Share artikel ini melalui :

Daftar Isi

Langganan Newsletter, GRATIS!

Jangan sampai ketinggalan artikel dan promo terbaru dari Solusi Online, langganan newsletter kami sekarang!

Satu ide konten, lima postingan. Kedengarannya ideal, kan?

Tapi kalau setiap format harus dibuat dari nol, yang bertambah bukan cuma jumlah kontennya, waktu produksinya juga.

Padahal, satu campaign bisa dikembangkan menjadi berbagai format tanpa harus mengulang seluruh proses dari awal. Salah satu caranya adalah menggabungkan Canva dan CapCut dalam satu workflow content marketing.

Satu Konten, Banyak Format

Misalnya tim marketing sedang membuat campaign tentang sebuah produk atau layanan.

Satu topik bisa dikembangkan menjadi:

  • Carousel Instagram
  • Instagram Story
  • Reels atau TikTok
  • LinkedIn post
  • Banner atau promotional graphic

Pesannya tetap sama, tetapi format dan cara penyampaiannya disesuaikan dengan platform.

Jadi, daripada membuat lima konten dari nol, tim bisa mulai dari satu core message dan mengembangkannya menjadi beberapa aset.

Canva dan CapCut: Siapa Mengerjakan Apa?

Canva dan CapCut bukan kompetitor langsung. Keduanya justru bisa saling melengkapi.

Kebutuhan Canva CapCut
Social media graphic ✓
Carousel ✓
Infographic ✓
Banner ✓
Reels / TikTok ✓
Video editing ✓
Subtitle video ✓
Transition & effects ✓

Canva bisa menjadi tempat membuat key visual dan aset desain, sedangkan CapCut digunakan untuk mengembangkan aset tersebut menjadi konten video.

Contoh Workflow Canva + CapCut

Misalnya topiknya:

“5 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Memilih Software untuk Bisnis.”

Workflow-nya bisa seperti ini:

1. Tentukan core message
Tentukan informasi utama yang ingin disampaikan.

2. Buat key visual di Canva
Buat headline, visual, warna, dan elemen brand yang akan digunakan.

3. Kembangkan menjadi konten visual
Key visual tadi bisa menjadi carousel atau social media post.

4. Ubah menjadi video di CapCut
Informasi yang sama dapat dikembangkan menjadi video pendek dengan tambahan footage, text, subtitle, audio, dan transition.

5. Sesuaikan dengan platform
Carousel untuk Instagram, video untuk Reels/TikTok, dan versi yang lebih informatif untuk LinkedIn.

Hasilnya? Satu ide bisa menghasilkan beberapa aset tanpa harus benar-benar memulai dari halaman kosong setiap kali.

Kenapa Workflow Ini Bisa Membantu Tim Marketing?

1. Mengurangi pekerjaan berulang

Tim tidak perlu membuat konsep baru untuk setiap format. Satu ide dapat dikembangkan menjadi beberapa jenis konten.

2. Menjaga konsistensi visual

Template, warna, font, dan elemen brand yang digunakan secara konsisten membuat berbagai konten tetap terlihat sebagai bagian dari campaign yang sama.

3. Memaksimalkan satu ide

Tidak semua konten harus selalu dimulai dari ide baru. Konten yang sama dapat dikembangkan dan disesuaikan untuk channel yang berbeda.

Tapi, Jangan Asal Punya Dua Tools

Canva dan CapCut memang bisa membantu workflow content marketing, tetapi kebutuhan setiap tim berbeda.

Sebelum memilih software atau jenis lisensi, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan jumlah pengguna, kebutuhan fitur, pola kerja tim, serta kebutuhan kolaborasi.

Untuk penggunaan individu, kebutuhannya tentu berbeda dengan tim marketing yang membuat konten secara rutin dan melibatkan beberapa anggota.

Kesimpulan

Content marketing bukan selalu tentang membuat lebih banyak ide, tetapi bagaimana memaksimalkan satu ide menjadi konten yang relevan di berbagai channel.

Dengan workflow yang tepat, Canva dapat digunakan untuk membangun aset visual, sementara CapCut membantu mengembangkannya menjadi konten video.

Jadi, daripada:

“Bikin konten lagi…” 😵‍💫

Coba mulai dari:

Satu ide → beberapa format → beberapa channel.

Butuh Canva atau CapCut untuk kebutuhan tim? Solusi Online menyediakan pilihan software dan lisensi untuk mendukung kebutuhan bisnis dan marketing Anda.

Picture of Rini Widuri

Rini Widuri

Digital enthusiast yang aktif menulis tentang teknologi, software, dan tren digital dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, terutama untuk kebutuhan bisnis sehari-hari dan saat ini. Saya juga saat ini bekerja sebagai Content Manager di Solusindo Group

Shopping Cart

Your cart is empty.