Berapa biaya yang perlu disiapkan untuk menggunakan SketchUp? Pertanyaan ini cukup umum, terutama bagi pengguna yang baru mulai menggunakan software 3D modeling atau profesional yang sedang mencari software untuk kebutuhan desain.
Namun, mencari harga SketchUp tidak cukup hanya dengan melihat satu angka. SketchUp memiliki beberapa pilihan plan dengan cakupan penggunaan yang berbeda. Ada pilihan untuk penggunaan melalui web dan iPad hingga plan yang ditujukan untuk workflow profesional dengan aplikasi desktop dan dokumentasi 2D.
Karena itu, sebelum menentukan pilihan, ada baiknya memahami terlebih dahulu berapa biaya SketchUp dan apa yang sebenarnya didapat dari setiap plan.
Daftar Isi
ToggleBerapa Harga SketchUp?
SketchUp menyediakan beberapa pilihan plan yang ditujukan untuk kebutuhan pengguna yang berbeda. Saat ini, pilihan utamanya mencakup SketchUp Go, SketchUp Pro, dan SketchUp Studio.
Berikut gambaran harga yang tercantum pada halaman resmi SketchUp saat artikel ini diperbarui:
| Plan | Harga* | Cocok untuk |
| SketchUp Go | US$10,75/user/bulan, ditagihkan tahunan | 3D modeling melalui web dan iPad |
| SketchUp Pro | US$33,25/user/bulan, ditagihkan tahunan | Kebutuhan desain profesional |
| SketchUp Studio | US$71,58/user/bulan, ditagihkan tahunan | Visualisasi dan workflow BIM lanjutan |
*Harga resmi ditampilkan dalam USD per user dan belum termasuk pajak. Harga dapat berubah berdasarkan lokasi dan kebijakan harga yang berlaku.
Dengan harga tersebut, SketchUp Pro memiliki biaya sekitar US$399 per user per tahun jika menggunakan skema tahunan.
Selain plan berbayar, SketchUp juga menyediakan SketchUp Free yang dapat digunakan melalui web untuk kebutuhan personal dan non-komersial.
Mengenal Perbedaan Plan SketchUp
Perbedaan harga akan lebih mudah dipahami jika dikaitkan dengan cara software tersebut digunakan.
SketchUp Go
SketchUp Go ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan akses ke tools 3D modeling melalui web dan iPad. Plan ini juga menyediakan penyimpanan cloud untuk mengakses dan mengelola model.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah SketchUp Desktop tidak termasuk dalam plan Go. Karena itu, pengguna yang terbiasa bekerja menggunakan aplikasi desktop perlu mempertimbangkan plan lain.
Untuk penggunaan yang relatif sederhana dan tidak membutuhkan workflow desktop secara penuh, Go dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.
SketchUp Pro
SketchUp Pro ditujukan untuk kebutuhan desain profesional. Selain akses ke SketchUp for Web dan iPad, plan ini mencakup SketchUp Desktop serta LayOut untuk membuat dokumentasi desain 2D.
Pro juga menyediakan kemampuan import dan export yang lebih luas serta dukungan extension yang dapat membantu menyesuaikan workflow sesuai kebutuhan pengguna.
Karena itu, harga SketchUp Pro sebaiknya tidak hanya dilihat dari nominalnya. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah fitur dan workflow yang tersedia memang dibutuhkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Misalnya, seorang arsitek atau interior designer yang membutuhkan pemodelan 3D sekaligus dokumentasi dapat memiliki kebutuhan yang berbeda dengan seseorang yang hanya menggunakan SketchUp untuk belajar atau membuat proyek personal.
SketchUp Studio
SketchUp Studio ditujukan untuk kebutuhan yang lebih lanjut, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kemampuan visualisasi dan workflow BIM.
Selain fitur yang tersedia pada Pro, Studio menyediakan tools tambahan seperti Revit Importer dan Scan Essentials, serta kemampuan untuk menghasilkan visualisasi yang lebih realistis.
Dengan cakupan tersebut, Studio tidak selalu menjadi pilihan yang paling tepat hanya karena berada di tingkat plan yang lebih tinggi. Pengguna sebaiknya melihat terlebih dahulu apakah fitur tambahan tersebut memang dibutuhkan dalam pekerjaan.
SketchUp Pro Cocok untuk Siapa?
SketchUp Pro lebih relevan ketika SketchUp sudah menjadi bagian dari workflow profesional.
Arsitek, misalnya, dapat menggunakannya untuk mengembangkan model dan menyajikan konsep desain. Interior designer dapat memanfaatkannya untuk memvisualisasikan rancangan ruang, sementara profesional di bidang desain dan konstruksi dapat menggunakannya sebagai bagian dari proses pemodelan dan dokumentasi.
Namun, kebutuhan setiap pengguna tentu tidak selalu sama.
Freelancer yang hanya mengerjakan beberapa proyek dalam setahun mungkin memiliki pertimbangan berbeda dengan studio desain yang menggunakan SketchUp setiap hari. Begitu pula dengan perusahaan yang memiliki beberapa orang dalam satu tim dan perlu mempertimbangkan kebutuhan lisensi untuk setiap pengguna.
Itulah sebabnya, pertanyaan yang seharusnya dipertanyakan adalah “fitur apa yang sebenarnya saya butuhkan?”
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli SketchUp?
Harga memang menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya.
- Hal pertama yang perlu ditentukan adalah tujuan penggunaan. Apakah SketchUp akan digunakan untuk belajar, proyek pribadi, pekerjaan freelance, atau pekerjaan profesional di perusahaan?
- Selanjutnya, perhatikan platform yang digunakan. Jika pekerjaan membutuhkan aplikasi desktop, pastikan plan yang dipilih menyediakan akses tersebut.
- Faktor berikutnya adalah fitur yang dibutuhkan. Tidak semua pengguna memerlukan LayOut, Revit Importer, Scan Essentials, atau fitur tambahan lainnya. Memilih plan berdasarkan kebutuhan aktual dapat membantu menghindari pengeluaran untuk fitur yang pada akhirnya jarang digunakan.
- Untuk perusahaan atau tim, jumlah pengguna juga perlu diperhatikan. SketchUp menggunakan model named user, sehingga lisensi diberikan kepada pengguna tertentu. Kebutuhan perusahaan dengan satu pengguna tentu berbeda dengan perusahaan yang memiliki beberapa orang yang membutuhkan akses.
- Terakhir, perhatikan model lisensinya. Untuk plan SketchUp yang tersedia saat ini, model pembeliannya menggunakan subscription. SketchUp juga sudah tidak lagi menawarkan Classic License baru sejak 4 November 2020.
Apakah SketchUp Gratis Cukup untuk Pekerjaan Profesional?
SketchUp Free dapat menjadi pilihan untuk pengguna yang ingin mencoba pemodelan 3D atau menggunakannya untuk kebutuhan personal dan non-komersial.
Namun, kebutuhan pekerjaan profesional bisa berbeda.
Ketika pekerjaan mulai membutuhkan aplikasi desktop, dokumentasi 2D, kemampuan import dan export tertentu, atau fitur tambahan untuk mendukung workflow, pengguna perlu mempertimbangkan apakah versi gratis sudah cukup.
Jadi, keputusan untuk menggunakan versi gratis atau berbayar sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga. Yang lebih penting adalah apakah fitur yang tersedia sudah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan.
Untuk penggunaan di lingkungan perusahaan, aspek lisensi juga perlu diperhatikan agar software digunakan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Jadi, Berapa yang Perlu Disiapkan?
Tidak ada satu harga SketchUp yang berlaku untuk semua pengguna. Biayanya bergantung pada plan yang dipilih dan kebutuhan pengguna.
Karena itu, sebelum membeli, tentukan terlebih dahulu bagaimana SketchUp akan digunakan, fitur yang dibutuhkan, serta jumlah pengguna jika software digunakan dalam tim atau perusahaan.
Selain harga resmi dalam USD, pengguna di Indonesia juga dapat menemukan produk SketchUp dari reseller resmi dengan harga dalam Rupiah. Sebagai contoh, SketchUp Pro 1 Year yang tersedia di Solusi Online.
Pada akhirnya, mencari harga SketchUp sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan “berapa biaya yang harus dikeluarkan?”. Yang tidak kalah penting adalah menentukan plan, fitur, dan jenis lisensi yang sesuai dengan cara software tersebut akan digunakan.
Dengan memahami kebutuhan terlebih dahulu, pengguna dapat memilih SketchUp berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar memilih plan dengan biaya paling rendah atau fitur paling banyak.



