Dalam proyek desain, membuat model 3D hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan proses. Setelah konsep dibuat, model biasanya masih perlu dikembangkan, dipresentasikan, direvisi, hingga diterjemahkan menjadi dokumentasi yang dapat digunakan oleh tim atau pihak lain.
Karena itu, software yang digunakan tidak hanya perlu mendukung proses modeling, tetapi juga harus bisa mengikuti alur kerja yang terjadi selama proyek berlangsung.
SketchUp Pro dirancang untuk kebutuhan desain profesional dengan SketchUp for Desktop, LayOut, serta akses ke SketchUp for Web dan iPad. Di dalamnya juga terdapat akses ke 3D Warehouse, Extension Warehouse, dan tools lain yang dapat mendukung berbagai kebutuhan desain.
Lalu, seperti apa peran SketchUp Pro dalam workflow sebuah proyek desain?
Daftar Isi
ToggleMemulai Proyek dengan Pemodelan 3D
Salah satu penggunaan utama SketchUp Pro adalah membuat dan mengembangkan model 3D.
Melalui SketchUp for Desktop, pengguna dapat membangun model bangunan, interior, furnitur, maupun berbagai objek lain sesuai kebutuhan proyek. Model tersebut kemudian dapat terus dikembangkan ketika konsep atau kebutuhan desain berubah.
Dalam proses ini, model 3D tidak hanya berfungsi sebagai hasil akhir. Model juga dapat digunakan untuk mengeksplorasi berbagai alternatif desain sebelum keputusan akhir dibuat.
Misalnya, ketika ingin mencoba perubahan bentuk bangunan, susunan ruang, atau elemen tertentu, pengguna dapat mengembangkan beberapa alternatif langsung pada model. Hal ini membuat proses eksplorasi desain menjadi bagian dari workflow, bukan sekadar tahap setelah konsep selesai.
Menyesuaikan Workflow dengan Extension
Setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, fitur bawaan software belum tentu mencakup seluruh workflow yang digunakan oleh setiap pengguna.
SketchUp menyediakan Extension Warehouse, yang memungkinkan pengguna menemukan berbagai extension pihak ketiga untuk SketchUp Desktop. Extension tersebut dapat menambahkan fungsi tertentu atau membantu menyesuaikan SketchUp dengan kebutuhan workflow yang lebih spesifik.
Extension tersedia untuk berbagai kebutuhan, termasuk architecture, interior design, rendering, import dan export, productivity, hingga reporting. Beberapa extension tersedia gratis, sementara lainnya menggunakan model berbayar.
Dengan begitu, pengguna tidak harus mengubah seluruh cara kerja hanya karena membutuhkan fungsi tambahan. Extension yang sesuai dapat dipilih berdasarkan kebutuhan proyek.
Menghubungkan Model 3D dengan Dokumentasi
Dalam proyek profesional, model 3D sering kali bukan satu-satunya output yang dibutuhkan. Ada pula kebutuhan untuk membuat gambar, anotasi, dimensi, atau dokumen presentasi.
Di sinilah LayOut menjadi bagian yang relevan dari SketchUp Pro.
LayOut dan SketchUp memang dirancang untuk bekerja bersama. Model SketchUp dapat dimasukkan ke dalam dokumen LayOut, kemudian digunakan untuk membuat dokumen 2D dan presentasi. Ketika model asli mengalami perubahan, model yang digunakan di LayOut dapat diperbarui sehingga perubahan tersebut tetap terhubung dengan dokumen.
Workflow seperti ini dapat membantu ketika satu model digunakan untuk menghasilkan beberapa bentuk output.
Alih-alih membuat ulang informasi desain secara terpisah, pengguna dapat memanfaatkan model yang sudah dikembangkan sebagai bagian dari dokumentasi proyek.
Mempermudah Pertukaran Data dalam Proyek
Proyek desain juga sering melibatkan software lain. File dapat berasal dari pihak lain, atau model yang sudah dibuat perlu dikirim kembali dalam format tertentu.
Karena itu, kemampuan import dan export menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih software desain.
SketchUp Pro menyediakan kemampuan import dan export untuk berbagai format yang dapat membantu ketika proyek melibatkan software desain lainnya, termasuk format CAD seperti DWG dan DXF.
Pada praktiknya, kemampuan pertukaran data dapat membantu ketika sebuah proyek melibatkan beberapa software atau ketika file perlu dibagikan dengan pihak lain dalam format tertentu.
Namun, kemampuan pertukaran data bukan berarti semua proses akan otomatis berjalan tanpa penyesuaian. Format file, kebutuhan proyek, dan software yang digunakan oleh pihak lain tetap perlu diperhatikan.
Memanfaatkan 3D Warehouse untuk Mempercepat Modeling
Tidak semua elemen dalam proyek harus dibuat dari awal.
SketchUp menyediakan 3D Warehouse, yang berisi berbagai model dan komponen yang dapat digunakan dalam proses desain. Pengguna dapat mencari dan mengunduh model yang sesuai, kemudian memasukkannya ke dalam proyek.
Hal ini dapat berguna ketika sebuah proyek membutuhkan banyak objek pendukung. Misalnya, dalam desain interior, pengguna mungkin membutuhkan furnitur atau elemen tertentu yang tidak perlu dibuat dari awal.
Dengan memanfaatkan model yang sudah tersedia, waktu dapat lebih banyak dialokasikan untuk bagian desain yang memang membutuhkan pengembangan.
Tetap saja, model dari 3D Warehouse perlu diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Tidak semua model siap digunakan begitu saja tanpa penyesuaian.
Dari Modeling hingga Dokumentasi
Jika dilihat secara keseluruhan, kekuatan SketchUp Pro untuk proyek desain bukan hanya terletak pada satu fitur tertentu.
Workflow-nya dapat mencakup beberapa tahap:
Pemodelan → Eksplorasi desain → Pengembangan model → Dokumentasi → Presentasi
SketchUp digunakan untuk mengembangkan model 3D, sementara LayOut dapat membantu mengubah model tersebut menjadi dokumen 2D dan presentasi. Extension dapat digunakan ketika workflow membutuhkan fungsi tambahan, sedangkan 3D Warehouse dapat membantu mempercepat pengembangan model.
Inilah yang membuat pemilihan software sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah fitur yang tersedia.
Yang lebih relevan adalah bagaimana fitur-fitur tersebut dapat digunakan bersama dalam pekerjaan sehari-hari.
Berapa Harga SketchUp Pro Original?
Setelah memahami workflow yang dapat didukung, biaya tentu menjadi salah satu pertimbangan sebelum menggunakan SketchUp Pro.
Pada halaman pricing resmi SketchUp, Pro Annual tercantum dengan harga US$33,25 per user per bulan, ditagihkan tahunan, atau setara dengan US$399 per user per tahun. Harga tersebut belum termasuk pajak dan VAT, dan opsi pembayaran dapat berbeda berdasarkan lokasi atau region.
Subscription Pro mencakup akses ke SketchUp for Desktop dan LayOut, serta SketchUp for Web, SketchUp for iPad, Trimble Connect, 3D Warehouse, Extension Warehouse, dan fitur lainnya yang termasuk dalam plan tersebut.
Untuk pengguna di Indonesia yang mencari harga SketchUp Pro original, harga resmi dalam USD dapat menjadi referensi, tetapi harga yang dibayarkan melalui reseller lokal dapat berbeda karena faktor regional dan pajak.
Sebagai salah satu opsi di Indonesia, Solusi Online menyediakan SketchUp Pro 1 Year dalam Rupiah. Harga pada halaman produk dapat berubah, sehingga sebaiknya diperiksa kembali sebelum melakukan pembelian.
Dengan demikian, pertimbangan pembelian sebaiknya tidak berhenti pada nominal. Lihat juga apakah fitur yang tersedia memang sesuai dengan workflow proyek yang dijalankan.
Apakah SketchUp Pro Sesuai untuk Workflow Profesional?
SketchUp Pro dapat menjadi pilihan ketika kebutuhan desain sudah mencakup lebih dari sekadar membuat model 3D.
Akses ke SketchUp for Desktop, LayOut, extension, 3D Warehouse, serta kemampuan pertukaran data dapat membantu menghubungkan beberapa tahap dalam satu workflow.
Namun, kebutuhan setiap pengguna tetap berbeda.
Seorang freelancer yang hanya mengerjakan visualisasi konsep mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda dengan studio desain yang harus menghasilkan model sekaligus dokumentasi proyek. Begitu pula perusahaan yang bekerja dengan banyak format file dan melibatkan beberapa pihak dalam satu proyek.
Karena itu, sebelum memilih SketchUp Pro, pertimbangkan terlebih dahulu bagaimana software tersebut akan digunakan. Jika fitur yang tersedia memang mendukung tahapan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, subscription Pro dapat menjadi bagian dari workflow desain yang lebih terstruktur.
Kesimpulan
SketchUp Pro tidak hanya digunakan untuk membuat model 3D. Dalam proyek desain, berbagai fitur yang tersedia dapat membantu menghubungkan proses modeling dengan pengembangan desain, dokumentasi, pertukaran data, dan presentasi.
Dengan kombinasi SketchUp for Desktop dan LayOut, model yang dibuat dapat digunakan lebih lanjut untuk kebutuhan dokumentasi. Extension dan 3D Warehouse juga memberikan ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan workflow dan mempercepat proses tertentu.
Karena itu, sebelum membeli, pertimbangkan bukan hanya harga SketchUp Pro original, tetapi juga bagaimana fitur-fitur tersebut akan digunakan dalam proyek. Dengan begitu, pilihan software dapat didasarkan pada kebutuhan workflow yang nyata, bukan sekadar jumlah fitur atau nominal harga.



