Memilih SketchUp untuk kebutuhan kerja bukan hanya soal menentukan software yang akan digunakan. Ada satu hal lain yang sering baru dipikirkan setelah proses pembelian dimulai: lisensi seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan?
Pertanyaan ini menjadi semakin relevan karena SketchUp saat ini menggunakan model subscription untuk produk seperti SketchUp Pro dan SketchUp Studio. Jadi, memahami cara kerja license SketchUp sebelum membeli dapat membantu pengguna menghindari pilihan yang kurang sesuai dengan workflow mereka.
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memilih license SketchUp?
Daftar Isi
ToggleMemahami License SketchUp: Lisensi atau Subscription?
Istilah “license” dan “subscription” sering digunakan bersamaan, tetapi keduanya tidak sepenuhnya sama.
Secara sederhana, license memberikan hak akses untuk menggunakan produk, sedangkan subscription merupakan periode berlangganan yang memberikan akses terhadap license tersebut selama masa berlangganan. Dalam sistem SketchUp saat ini, produk seperti Pro dan Studio tersedia melalui subscription.
SketchUp juga sudah tidak menjual Classic License atau lisensi perpetual untuk pembelian baru sejak November 2020. Pengguna yang membeli subscription menggunakan Trimble ID untuk masuk dan melakukan autentikasi, bukan serial number dan authorization code seperti pada Classic License.
Artinya, ketika seseorang mencari license SketchUp, hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa kebutuhan tersebut saat ini umumnya berkaitan dengan pemilihan subscription dan jumlah license yang diperlukan.
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih License SketchUp?
Tidak semua pengguna SketchUp memiliki kebutuhan yang sama. Seorang desainer interior yang fokus pada modeling dan dokumentasi mungkin memiliki kebutuhan berbeda dengan tim yang juga mengerjakan rendering, point cloud, atau workflow yang berhubungan dengan Revit.
Ada beberapa pertanyaan yang bisa digunakan sebelum menentukan pilihan.
Untuk pekerjaan seperti apa SketchUp digunakan?
Mulailah dari workflow, bukan nama paket.
Apakah SketchUp digunakan untuk membuat model 3D, mengembangkan konsep desain, membuat dokumentasi 2D, atau menyiapkan visualisasi untuk presentasi?
Untuk pekerjaan desain sehari-hari, fitur modeling dan dokumentasi mungkin menjadi kebutuhan utama. Namun, kebutuhan akan berkembang jika workflow juga melibatkan rendering fotorealistik, data point cloud, atau proses pertukaran data dengan software lain.
Apakah membutuhkan SketchUp untuk desktop?
Ini penting karena tidak semua paket memberikan akses yang sama.
SketchUp Pro mencakup SketchUp for Desktop, selain akses ke SketchUp for Web dan SketchUp for iPad. Pro juga mencakup LayOut untuk kebutuhan dokumentasi 2D serta kemampuan import dan export untuk berbagai kebutuhan workflow.
Jadi, jika pekerjaan sehari-hari memang dilakukan melalui aplikasi desktop dan membutuhkan dokumentasi desain, kebutuhan tersebut perlu menjadi salah satu pertimbangan utama.
Apakah pekerjaan membutuhkan rendering atau workflow lanjutan?
Jika kebutuhan tidak berhenti pada modeling, pilihan paket juga perlu disesuaikan dengan proses setelah model selesai dibuat.
SketchUp Studio mencakup berbagai kemampuan tambahan di atas SketchUp Pro, termasuk V-Ray for SketchUp, Scan Essentials, dan Revit Importer. Namun, beberapa kemampuan seperti Scan Essentials dan Revit Importer juga tersedia pada subscription SketchUp tertentu lainnya.
Karena itu, pengguna yang membutuhkan workflow seperti rendering berkualitas tinggi, bekerja dengan point cloud, atau mengimpor model dari Revit mungkin memiliki alasan yang lebih kuat untuk mempertimbangkan Studio.
Berapa banyak orang yang akan menggunakan SketchUp?
Untuk penggunaan di perusahaan, jumlah pengguna menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting.
SketchUp menggunakan konsep named user untuk subscription. Artinya, setiap license ditujukan kepada pengguna tertentu dan orang yang menggunakan license tersebut harus sesuai dengan pengguna yang ditetapkan pada subscription.
Jadi, satu license bukan berarti dapat digunakan bebas oleh seluruh anggota tim secara bergantian.
Untuk perusahaan dengan beberapa pengguna, kebutuhan license sebaiknya dihitung berdasarkan siapa saja yang benar-benar membutuhkan akses, bukan sekadar jumlah komputer yang tersedia.
SketchUp Pro vs SketchUp Studio: Apa Bedanya?
Perbedaan keduanya akan lebih mudah dipahami jika dilihat dari kebutuhan pekerjaan.
Berikut perbandingan SketchUp Pro dan SketchUp Studio berdasarkan fitur yang relevan dengan pembahasan artikel:
| Kebutuhan | SketchUp Pro | SketchUp Studio |
| Modeling 3D | ✓ | ✓ |
| SketchUp for Desktop | ✓ | ✓ |
| LayOut | ✓ | ✓ |
| SketchUp for Web | ✓ | ✓ |
| SketchUp for iPad | ✓ | ✓ |
| Workflow visualisasi lanjutan | — | ✓ |
| V-Ray for SketchUp | — | ✓ |
| Scan Essentials | — | ✓ |
| Revit Importer | — | ✓ |
Catatan: tabel ini membandingkan SketchUp Pro dan SketchUp Studio, bukan seluruh pilihan subscription SketchUp yang tersedia.
SketchUp Pro dapat menjadi pilihan untuk workflow desain profesional yang membutuhkan modeling, dokumentasi, serta akses ke berbagai platform SketchUp. Sementara itu, Studio menambahkan kemampuan untuk kebutuhan visualisasi dan workflow tertentu yang lebih lanjut.
Dengan kata lain, Studio tidak otomatis menjadi pilihan yang lebih tepat hanya karena berada di tingkat paket yang lebih tinggi. Pertanyaannya adalah apakah fitur tambahannya memang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.
Kapan SketchUp Pro Sudah Cukup?
SketchUp Pro dapat dipertimbangkan jika kebutuhan utama berada pada area seperti:
- membuat dan mengembangkan model 3D;
- bekerja menggunakan SketchUp for Desktop;
- membuat dokumentasi melalui LayOut;
- menggunakan SketchUp for Web dan iPad dalam workflow;
- memanfaatkan extension untuk kebutuhan desain tertentu.
Untuk pengguna yang sebagian besar pekerjaannya berkutat pada modeling dan dokumentasi, fitur tambahan yang ada di Studio belum tentu menjadi kebutuhan utama.
Hal ini juga penting dari sisi biaya: memilih paket sebaiknya berdasarkan fitur yang benar-benar digunakan, bukan sekadar memilih paket dengan spesifikasi paling lengkap.
Kapan SketchUp Studio Lebih Relevan?
Studio mulai lebih menarik ketika workflow membutuhkan kemampuan tambahan di luar penggunaan SketchUp Pro standar.
Misalnya, tim membutuhkan V-Ray for SketchUp untuk menghasilkan visualisasi fotorealistik, menggunakan Scan Essentials untuk bekerja dengan data point cloud, atau membutuhkan Revit Importer dalam workflow yang melibatkan model Revit.
Dalam situasi seperti ini, perbedaan antara Pro dan Studio bukan sekadar jumlah fitur. Fitur tambahan tersebut dapat berkaitan langsung dengan proses kerja yang dilakukan oleh tim.
Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan “Mana yang paling bagus?”, tetapi “Fitur tambahan mana yang benar-benar saya perlukan?”
Hal yang Sering Terlewat Saat Membeli License SketchUp
Selain membandingkan fitur, ada beberapa aspek lisensi yang sebaiknya diperhatikan sejak awal.
Pertama, satu license ditujukan untuk satu named user. License tersebut dapat diaktifkan atau digunakan pada hingga dua komputer oleh pengguna yang sama, tetapi bukan berarti dua orang dapat menggunakan satu license secara bersamaan hanya karena tersedia dua perangkat.
Kedua, SketchUp membutuhkan koneksi internet untuk proses validasi subscription. SketchUp for Desktop tetap dapat digunakan secara offline, tetapi subscription perlu divalidasi kembali setelah perangkat digunakan offline selama 28 hari. Beberapa fitur online seperti 3D Warehouse, Extension Warehouse, Trimble Connect, dan fitur berbasis web juga membutuhkan koneksi internet.
Ketiga, perusahaan perlu memperhatikan siapa yang akan menjadi pengguna dan bagaimana license akan dikelola. Pengelolaan license dan assignment pengguna dilakukan melalui sistem administrasi Trimble, dengan hak tertentu untuk Account Owner, Secondary Account Owner, dan Admin.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat administratif, tetapi dapat memengaruhi kelancaran penggunaan software setelah pembelian.
Jadi, License SketchUp Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Tidak ada satu pilihan yang otomatis cocok untuk semua pengguna.
Jika kebutuhan utama adalah modeling 3D profesional, dokumentasi, serta workflow desain umum, SketchUp Pro dapat menjadi pilihan yang relevan.
Sementara itu, jika pekerjaan juga membutuhkan rendering melalui V-Ray, pengolahan point cloud dengan Scan Essentials, atau workflow yang melibatkan Revit, SketchUp Studio dapat dipertimbangkan karena menyediakan kemampuan tambahan tersebut.
Sebelum membeli license SketchUp, coba petakan terlebih dahulu tiga hal: siapa yang akan menggunakan, pekerjaan apa yang dilakukan, dan fitur apa yang benar-benar dibutuhkan.
Dengan begitu, pemilihan lisensi tidak hanya berdasarkan nama paket atau harga, tetapi berdasarkan workflow yang memang akan digunakan setiap hari.



